Tampilkan postingan dengan label yabu kouta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yabu kouta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2011

[fic/On Writting] : The Dream Lovers-chapter 2

CHAPTER 2

“tadi itu hebat sekali!”
Gerakan tangan Umika dan Suzuka yang sedang berusaha membuka kotak bento masing-masing seketika terhenti. Bola mata mereka menatap Momoko heran.

“hebat?” Umika mengulangi perkataan sahabatnya barusan. Momoko mengangguk antusias.

“Iya hebat! Lihat tadi bagaimana Chinen-kun memanggil Ohgo-chan, lalu Yamada-sama yang mengiyakan saja tempat duduk disebelahnya terisi olehmu, padahal kau murid baru. Itu WOW sekali kan?”

Umika dan suzuka masih saja menatap heran. Apanya yang WOW dengan duduk di samping Chinen dan Yamada? Paling hanya karena salah satunya putra actor TOP dan yang lain pewaris tunggal konglomerat terkenal kan? memang aneh?

Seolah mengerti wajah penuh tanda Tanya kedua temannya itu, Momoko lanjut bicara,

“Aah! Aku lupa, kalian tidak tahu sejarah tempat duduk Chinen-Yamada kan?”
Kedua manusia yang ditanya sontak mengangguk.
“kalau begitu biar kuceritakan. Begini~”

- 5 minutes later -

“~nah, begitu…”

“ooh…!” Umika dan suzuka menggumamkan kata tiga huruf tersebut nyaris sama bunyinya. Tetapi Umika masih mau melanjutkan.

“Kejam ih! Si Yamada itu, Padahal hanya semeja. Mentang-mentang orangtuanya pemilik sekolah!” Serunya agak kesal. “Memang mereka semua pada begitu ya?!”      

“Tidak juga! Hanya Yamada-sama dan Chinen-kun saja. Nakajima-kun semeja dengan Shida-san, lalu Daichan—“ Momoko langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Keceplosan! Gejalanya lalu sama seperti tadi pagi saat membicarakan Daiki. Wajahnya merah dan gerak geriknya juga aneh. Umika dan Suzuka langsung tersadar dengan pengucapan aneh tak sengaja Momoko barusan.

“Daichan? HA! Benar juga! Katanya The Dream Lovers tidak duduk dengan sembarang orang, tapi kenapa kau bisa semeja dengan Arioka? Lalu panggilan Daichan? Pasti ada sesuatu kan? Iya kan? Ayo katakan! Ayo!” Umika menggebrak meja sembari menyerang Momoko dengan berbagai macam pertanyaan. Gadis itu jadi salah tingkah.

“Aku—itu…”

“Tsugunaga pacaran dengan Arioka.” Suara suzuka lalu terdengar, diikuti guliran bola matanya yang sudah menatap intens momoko sekarang. “Iya kan?”

“EEEH?!” Umika dan Momoko sama-sama berteriak.

“Ti-tidak kok! A-aku…”

“Hmm?”

Momoko menyerah. Tatapan intens plus penasaran Suzuka-Umika akhirnya merubuhnkan pertahanannya. Sekarang gantian dia tersenyum malu-malu.

“baiklah, aku memang sedang pacaran dengan Daichan. Tapi ini rahasia, mengerti?!”.

Wajah Umika berbinar-binar mendengar pernyataan sahabatnya barusan.

“WAA~ selamat ya! Arioka itu orang yang keren! Kau beruntung sekali mendapatkannya!!” serunya senang. Momoko tetap tersenyum malu-malu.

“Aku setuju dengan Kawashima.” Sambung Suzuka. “Sudah berapa lama kalian dating?”
Momoko berpikir sejenak. “Sudah sebulan lebih. Daichan menyatakannya hari valentine lalu…”

“WAA~ manis sekali! Hari valentine!!” Umika kembali berseru nyaring.

“Umika hentikan!” Momoko menggeplak kepala Umika pelan. “nanti yang lain bisa tahu!!”

“Hehehe, gomen!” gadis yang kepalanya ter-geplak itu hanya bisa terkekeh sambil mengelus organ tubuhnya yang mengalami penganiayaan barusan.

“Memang kenapa kalau orang lain tahu? Arioka tidak mau?” Tanya Suzuka lagi. Momoko menggeleng.

“bukan begitu. Kami sama-sama sepakat untuk tidak—“

“WAA~”

“Umika! Aku kan belum selesai ngomong!”

“Bukan aku!!”

“eeh? Lalu?!”

“WAA~MEREKA DATANG! DATANG!” puluhan gadis berteriak histeris menunjuk-nunjuk siluet 5 manusia yang sedang melangkah datang. Mata-mata milik Umika, Suzuka, dan Momoko langsung mengikuti arah pandang gadis-gadis histeris tersebut. Dan ketika sosok kelima manusia itu kelihatan jelas—seperti yang saudara-saudara duga,, Mereka The Dream Lovers plus Mirai—, Umika langsung memutar bola matanya malas diikuti Suzuka lalu Momoko yang sebelumnya sempat mencuri-curi pandang ke arah Daiki. Umika langsung teringat sesuatu.

“Ngomong-ngomong Si Yamada Ryosuke itu menyukai Shida Mirai ya?” pertanyaan yang terlontar tiba-tiba dari Umika tersebut menghentikan gerakan tangan momoko menyuapkan sepotong sosis bentuk gurita kedalam mulutnya.

“Tidak ah! Shida-san kan pacaran dengan nakajima-kun. Lagipula Yamada-sama dan Nakajima-kun itu sudah seperti saudara.”

“iya sih. Tapi kan—“

“Ehm, Kawashima-san?’ Satu suara agak asing menghentikan gerakan bibir Umika berujar. Penasaran juga melihat ekspresi wajah suzuka yang nampak kaget dan Momoko yang sudah gelagapan. Pelan-pelan, ditolehkan kepalanya ke belakang, tempat pemilik suara itu berdiri. Matanya sedikit menyipit melihat penampakan di depannya.

“Yamada-kun?”

“Bisa ikut aku sebentar?” Ujar pemuda itu lalu berbalik dan melangkah pergi. Umika terpaksa mengikutinya, sementara Momoko hanya bisa celangapan menyaksikan pemandangan barusan. Tapi keajaiban tidak sampai di situ saja. Chinen Yuri yang entah dari mana asalnya tiba-tiba saja sudah duduk manis di sebelah Suzuka.

“Hai! Boleh duduk disini kan?”

~0~0~0~

“kau mau apa?” Seru umika cepat ketika ia dan Ryosuke sudah tidak lagi dibanjiri tatapan manusia lain. Sekarang keduanya sendirian di taman belakang sekolah. Gadis itu menunggu, kira-kira ada gerangan apa putra pemilik horikoshi gakuen ini sampai memintannya meninggalkan makan siang dan mengikutinya untuk bicar secara personal.
Ryosuke sendiri terlihat ragu-ragu bicara.

“yang tadi itu… cukup kita berdua yang tahu ya…” pemuda itu bersuara pelan. Umika seketika mengerti, mengapa mereka harus bicara sepribadi ini.

“jadi benar? Kau menyukai Shida-san?”
Ryosuke mengangguk.

“Kenapa? Dia pacar Nakajima-kun kan?”

“Aku tahu!” Ryosuke membentak, membuat umika refleks mundur beberapa langkah kaget dengan reaksi pemuda yang lebih tinggi beberapa senti darinya tersebut. Melihat Umika yang sepertinya agak ketakutan, wajah Ryosuke langsung berubah menyesal.
           
“gomen…”ujarnya pelan. “aku tahu betul, Mirai milik Yuto sekarang. Hanya saja, sulit melupakannya…”. Umika tertegun. Otaknya masih dipenuhi jutaan pertanyaan. Dia masih ingin tahu. Namun, baru saja dia ingin melontarkan kata Tanya berikut, Ryosuke sudah lebih duluan bicara. “Aku menyukainya sejak kecil. Mirai-chan yang ada disampingku ketika kaa-chan meninggal… dia yang menggantikan tempat kaa-chan, menjagaku. Bahkan ketika Tou-san tidak lagi mengacuhkanku, dia yang selalu ada menghiburku…”

Umika mengangguk. Pelan-pelan, diajaknya Ryosuke duduk di sebuah bangku agak panjang di dekat mereka. Pemuda itu ikut. Setelah duduk, dia melanjutkan ceritanya.

“Sejak kaa-chan meninggal 10 tahun lalu, Tou-san jadi tidak peduli padaku. Akulah penyebab kematian kaa-chan. Semula aku sedih Tou-san memperlakukanku seperti itu. Tapi setelah tahu kalau kaa-chan meninggal karena melindungiku dalam kecelakaan mobil, aku merasa wajar saja Tou-san menyalahkanku atas semuanya—“

“Tunggu Yamada-kun! Maaf kalau aku menyela. Tapi ayahmu menyalahkanmu atas kecelakaan itu ketika kau berumur 8 tahun, iya kan? Ayah macam apa itu?! Padahal kau masih kecil begitu!” Sela Umika kesal dengan sosok ayah dalam cerita Ryosuke barusan. Wajah Ryosuke sendiri bertambah sedih.
           
“Tidak. Tou-san tidak salah. Semuanya karena aku. Kalau saja kaa-chan tidak melindungiku, pasti dia masih hidup. Dan tou-san, dia tidak akan frustrasi berkepanjangan seperti ini—“
           
“Bukan! Kau salah Yamada!” Umika memotong cepat. Ryosuke langsung tersentak. Seumur-umur belum pernah ada orang yang berani memotong kata-katanya. Ayahnya pun tidak. Tapi perempuan yang satu ini, kok?. Umika sendiri tidak mau ambil pusing dengan reaksi Ryosuke barusan. Yang penting sekarang, bagaimana mengubah presepsi pemuda malang di sampingnya ini tentang kepergian ibundanya.

“Dengarkan aku!” Ibumu memilih mati untuk melindungimu karena dia tahu, dalam keluarga kalian, kaulah yang paling berharga. Coba kau bayangkan, kalau kau yang tewas, bukan ibumu? Apa kau bisa jamin ayahmu tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan sekarang, atau bahkan lebih buruk? Semua ini takdir Yamada. Kami-sama sudah menggariskan semua seperti ini…” Umika mengakhiri nasehatnya.

“Aku mengerti Kawashima. Hanya saja—mungkin hubunganku dan Tou-san memang harus seperti ini. Kami memang tidak pernah akur…” Ryosuke masih saja kukuh dengan presepsinya. Umika hanya menarik nafas panjang.

“terserah! Tapi lihat saja! Kalau nanti aku bertemu ayahmu, akan kubuat dia bertekuk lutut dan minta maaf padamu!” Serunya berapi api. Ryosuke langsung tertawa ngakak.

“HAHAHAHAHA! Kau lucu Kawashima! Kau tahu siapa ayahku kan? Dia itu Yamada Tsukasa. Bicara dngannya saja kau belum tentu cukup kuat…”

“HAAAH! Aku tidak peduli! Selagi ayahmu masih manusia, aku tidak takut! Toh aku membela yang benar! Tapi, lain cerita ya kalau ayahmu itu semacam hantu atau alien. Dia baru menunjukan wajahnya saja, mungkin aku sudah di Osaka…”Balas Umika sedikit bercanda. Ryosuke tertawa lagi, namun tidak se-ngakak tadi.

“Arigatou ne, Kawashima. Kau satu-satunya orang yang bisa kupercaya untuk ini…” Ryosuke tersenyum lembut, senyum yang pertama kali ditunjukannya kepada orang lain diluar lingkaran The Dream Lovers. Dan entah kenapa tiba-tiba saja jantung Umika berdetak lebih kencang. Gadis itu hanya bisa balas tersenyum—gugup, sambil sesekali merasakan perubahan detak jantungnya yang tambah cepat tersebut.

“kenapa lagi ini…?” batinnya.

Chapter 2 end— continue to chapter 3

Sabtu, 09 Juli 2011

[fic/On Writting] : The Dream Lovers-chapter 1


Title: The Dream Lovers
Author: Yamada Dhy a.k.a Dhyamajima
Genre: Romance
Cast  : Ryosuke Yamada, Yuto Nakajima, Chinen Yuri, Daiki Arioka, dan para heroine yang bakal muncul*digetok*
Discl : saya memiliki Ryosuke Yamada dan plotnya*digetok lagi*
Gegara terinspirasi sama Hana Yori Dango—udah lama sih pengen bikin ffic begini,, tapi malas aja..hehehe,,

Sou, Dozou…
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Very short prolog

Anak laki-laki itu menangis. Isakannya keras. Masih terbayang dalam pikirannya salah satu sosok manusia yang paling dekat dengannya tertelan maut, meninggalkannya sendiri dengan rasa benci juga sesal yang dalam.

Seseorang mendekat, memeluknya cepat.

“Mou ii yo, Ryosuke…”

Dan anak laki-laki—yang dipanggil Ryosuke itu hanya bisa terus terisak sembari menggenggam tangan pemeluknya kuat.

“Dia bohong Mirai-chan. Dia tidak pernah kembali.”

Chapter 1

Pemuda berlabel Yamada Ryosuke itu membuka matanya pelan.
Sama.
Kamar yang sama, tempat yang sudah ditempatinya selama hampir 18 tahun. Kamar yang sama dimana seseorang berhasil menemukannya terisak di hari laknat 10 tahun yang lalu.

Ryosuke menutup mata, kembali masuk ke dalam laci-laci memorinya.

“Mou ii yo, Ryosuke…”

Shida Mirai. Sahabat masa kecilnya. Satu-satunya gadis yang dicintainya yang juga satu-satunya gadis yang dicintai sahabatnya, Nakajima Yuto. Gadis yang kini telah menjadi milik Yuto. Dia terlambat. Bodoh. Sebenarnya dia bisa. Seharusnya bisa. Dia bisa memiliki Mirai jika saja langkahnya lebih cepat.

“Yamada Ryosuke-sama, sarapannya sudah siap”
Suara di depan pintu mengagetkannya. Pemuda itu tersadar.

“Ssh! Apa yang kupikirkan tadi?” gerutunya pelan sembari bangkit dari tempat tidur, dan berjalan menuju kamar mandi.

Dia milik Yuto sekarang.

*****
Location:  Horikoshi Gakuen

“UWAAAA….”

“apa-apaan teriakan kampungan itu?” bunyi geplakan terdengar.
Umika Kawashima menoleh, mendapati rasa sakit kepala sesaat yang baru saja dideritanya disebabkan oleh tamparan ringan Tsugunaga Momoko, sahabatnya.

“Mou…! Habis aku nggak nyangka sekolahmu semewah ini..” gadis itu memberi pembelaan yang masih saja terdengar ‘kampungan’. Momoko menghela nafas pelan.

“Makanya beasiswamu juga besar kan? Sudah, tidak usah kagum dulu. Aku belum menyelesaikan PRku, jadi cepat. Mau kuantar ke ruang kepala sekolah tidak?”

“gomen..hehehe!”Umika mengangkat 2 jarinya ke depan wajah momoko, membentuk sign ‘peace’. Momoko tersenyum lebar.

Kedua gadis 17 tahun itu bergerak, menuju salah satu ruangan mewah yang disebut ‘ruang kepala sekolah’ tadi.

~0~0~0~

“Ahh, Kawashima-san selamat datang. Silahkan duduk…” Umika membungkuk hormat, lalu menuju kursi yang disebelahnya telah duduk seorang gadis seumurannya. Pembawaan gadis itu tenang—dingin. Tapi tidak membuat Umika risih.

“nah, kenalkan. Ini Ohgo Suzuka-san, peraih beasiswa juga.” Pria 50an tahun bertitle kepala sekolah itu memperkenalkan gadis tadi pada Umika. Peraih beasiswa juga rupanya. Umika langsung tersenyum kegirangan, mengetahu dia bukan satu-satunya orang miskin di lingkungan para jutawan.

“Kawashima Umika-desu! Yoroshiku onegai…”

“Ohgo suzuka. Yoroshiku.”

“senang kalian berteman seperti ini.” kepala sekolah tiba-tiba memotong perbincangan singkat Umika-suzuka. “nah…Ohgo-san, kamu ditempatkan di kelas 3-D, bersama  Kawashima-san. semoga kalian menyukai sekolah ini..”
Umika dan Suzuka sama-sama membungkuk hormat ke arah pria paruh baya itu.

“Hai! Arigatou gozaimaz!”

Keduanya lalu keluar, berusaha mencari sendiri yang mana kelas 3-D itu. Baru beberapa detik berjalan, langkah mereka langsung terhenti melihat penampakan yang sedang mendekat. Penampakan yang WOW sekali. Jelas saja, 4 pemuda maha tampan serta seorang gadis yang tak kalah pesonanya dengan pemuda-pemuda tadi berjalan dengan gagahnya mendatangi mereka. Err…sekedar melewati spesifiknya. Mulut Umika terbuka –agak—lebar. Dia jadi teringat salah satu dorama favoritnya, Hana Yori Dango. Mereka sudah seperti F4 ditambah 1 cewek. Dan kelima orang itu melewatinya dan Suzuka begitu saja. Tetapi sedetik, suzuka bisa menangkap pandangan tertarik salah satu dari pemuda-pamuda tadi kearahnya. Yang posturnya paling pendek itu.

“Mereka berempat The dream Lovers” Suara familiar seseorang mengagetkan Umika. Gadis itu langsung menoleh.

“Momoko? Kau—sejak kapan kau disini?!” Tanyanya kaget.

“Aku sudah disini dari tadi. Kau saja yang tidak memperhatikan!” Momoko balas menjawab. Umika mengangguk-angguk mengerti.

“sou.. aah, kenalkan ini Ohgo-chan… peraih beasiswa juga…” Umika menjadi jambatan penyebarangan perkenalan Momoko dan Suzuka.

“Tsugunaga Momoko desu~”

“Ohgo Suzuka. Uhm, tadi kau bilang The Dream Lovers… apa itu?” Suzuka mengembalikan pembicaraan ke topic yang dimulai momoko tadi. Momoko langsung teringat informasi yang harus dibagi-bagikannya.

“Ahh! Aku hampir lupa! Mereka itu The Dream lovers—yang cowok-cowok. Kalau yang cewek, itu pacarnya Nakajima Yuto, salah satu personilnya. The Dream Lovers itu julukan yang diberikan siswi-siswi sekolah ini untuk mereka. Jelas saja ya, mereka berempat sangat sempurna. Tampan, dan datangnya dari keluarga kaya raya.” Momoko melangkah maju, membuat 2 eksistensi yang penasaran dengan informasi yang diberikannya mengikutinya bergerak.  
“yang pertama Yamada Ryosuke, yang tadi tempatnya ke2 dari kiri … Yang paling tampan itu..” Momoko mencoba mendeskripsikan. Umika dan Suzuka langsung mengingat-ingat sosok yang disebut si Yamada Ryosuke itu. Saat wajahnya terbayang, keduanya langsung mengangguk.
“nah, dia itu leadernya. Putra tunggal konglomerat Yamada Tsukasa. Pewaris tunggal perusahaan ayahnya juga. Orangnya dingin dan cuek sekali. Tapi, dialah yang paling benyak penggemarnya…” momoko berhenti sejenak untuk menarik nafas. Umika dan Suzuka masih saja mengangguk-angguk.

“lalu Nakajima Yuto. Putra pemilik Nakajima co, nakajima Rui. Dia pacaran dengan gadis tadi—Shida Mirai. Mereka berdua dekat sejak TK. Ehm, Shida Mirai-san itu juga orang kaya. Ayahnya punya beberapa Museum terkenal di, bahkan ada juga diluar negeri…”
Seperti tak ada kegiatan lain yang bisa ditunjukan, Umika dan suzuka kembali mengangguk-angguk mengerti. Sambil sesekali memasang tampang ‘WOW’ tentu saja.  

“kemudian ada lagi Chinen Yuri—yang paling kiri, posturnya yang paling pendek itu,, dia putra Chinen Sojiro—“
“EEH?! Chinen suojiro, bintang film TOP itu?!” Umika berseru kaget. Momoko mengangkat jari telunjuknya lalu menunjuk gadis yang berseru tadi itu.

“Bingo!”

“WAAH…! Jadi rata-rata manusia penghuni sekolah ini orang hebat ya~”

“Hentikan Umika! Gaya bicaramu terlalu kampungan!” Momoko memukul kepala Umika pelan. Umika hanya menyeringai lebar.

“Uhm Tsugunaga-san, lalu pemuda yang satunya…?” Suzuka memecah percakapan singkat Momoko—Umika, membuat konsentari Momoko kembali ke topic pembicaraan yang dimulainya tadi.

“Aah, gomen aku lupa…! Pemuda yang satu lagi itu…itu… dia…” Gadis itu sedikit ragu-ragu berbicara. Gerak-geriknya jadi aneh, wajahnya jadi merah, dan dia tersenyum? Umika dan Susuka bisa mencium—eh melihat ada yang tidak beres dengan teman mereka yang satu itu. Umika duluan berbicara.

“Dia siapa?”

“D-Dia Arioka Daiki-kun. Ayahnya Arioka Akira, pemilik beberapa klub malam terkenal di Jepang. Dan ada gossip kalau ayahnya adalah bos gangster. Yaah~ tapi itu Cuma gossip siih…” Momoko selesai berbicara. Umika dan Suzuka masih keheranan melihat wajah Momoko yang ‘tidak biasa’ itu. Tapi mereka enggan bertanya karena ketika Suzuka menoleh ke jam tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 08.00.

Waktunya masuk kelas!

~0~0~0~

Takdir memang tidak bisa diprediksi. Tentu saja! Belum ada 5 menit Umika dan Suzuka mendengar summary kehidupan—harta kekayaan lebih jelasnya 4 pemuda tampan plus satu gadis cantik yang populer di sekolah, sekarang mereka sudah berdiri tepat di depan ke-5 orang tersebut. Kelas yang sama, siapa yang bisa menduga?

“Saa~Minna! Hari ini kita kedatangan 2 murid baru, hasil jaringan Beasiswa tahun ini. Mereka berdua ini sangat pintar loh~ jangan sampai nilai-nilai kalian dibantai habis oleh mereka berdua,, Hahahaha—err, silahkan perkenal kan diri kalian ne…” lelucon tak lucu  Kouta Yabu selaku wali kelas 3-D kali ini tidak menimbulkan reaksi. Jangankan sengiran lebar, yang didapatnya kali ini hanya tatapan Apaan-Sih-Nih-Orang-Omongannya-Gak-Lucu-Juga dari 18 orang muridnya yang sedang duduk manis di tempat masing-masing. Umika dan Suzuka yang juga sempat memberi tatapan yang sama seperti 18 orang di depan mereka sontak tersenyum, sedikit kasihan sama sensei muda ini, sekaligus tidak mau terlalu lama tampil di depan kelas. 

“Ohgo Suzuka desu…yoroshiku.”

“Kawashima Umika desu. Yoroshiku onegai…”

Keduanya selesai. Yabu sensei menoleh sekeliling kelas, mencari tempat duduk yang kosong. Ada sih, 2 tempat. Tapi, bagaimana ya~ 2 tempat itu dihitung tempat bahaya. Jelas saja, 2 tempat itu adalah kursi-kursi kosong di samping Yamada Ryosuke dan Chinen Yuri. Kepala sekolah, Yabu sensei, bahkan semua guru pun tahu, Yamada Ryosuke paling benci jika harus ditempatkan semeja dengan manusia lain. Dan tidak ada yang berani menempatkan atau ditempatkan di tempat keramat itu. Semua orang takut, tentu saja. Mereka bisa dengan mudahnya terdepak dari sekolah Horikoshi yang bergengsi itu. Secara sekolah itu adalah milik keluarga Yamada.

Lalu Chinen? Pemuda itu tidak benci duduk sendiri kok. Biasanya tempat duduknya selalu dikerumuni gadis-gadis—karena paras tampan yang diwariskan sang ayah tentu. Hanya saja entah petir apa yang menyambarnya, kali ini Chinen selalu menolak gadis-gadis—yang cantik sekalipun yang mau semeja dengannya. Alasannya? Entahlah. Tanya saja dia sendiri.

“Ano, Ohgo-san dan Kawashima-san tunggu sebentar, kumintakan penjaga sekolah untuk mengambilkan meja dan kursi untuk ka—“

“Uhm, Sensei!” satu suara sopran pria—ehh maksud saya satu suara tenor terdengar. Dan hampir seluruh pasang mata dikelas menoleh ke sumber suara itu—Chinen Yuri. Pemuda mini yang berdomisili di pojok kanan kelas.

“Ohgo-san biar duduk denganku saja~” Ujar pemuda itu sambil memberikan tatapan ‘pangeran impian’nya. Tatapan maut yang sudah berhasil mengait ratusan ribu gadis ke pelukannya itu entah kenapa jadi tumpul ketika bertemu wajah dingin Suzuka. Setelah Yabu sensei mengijinkan suzuka menuju tempat barunya—meskipun sebelumnya pria 21 tahun itu sempat keheranan akut plus shock kenapa Chinen yuri mau berbagi meja dengan a stranger. Suzuka sendiri tidak mau ambil pusing dengan tatapan seisi kelas—minus Umika dan berjalan ke kursi kosong yang ditunjuk dengan tatapan dingin terpasang rapi diwajahnya. As usual.   

“lalu kawashima-san bisa tunggu—“

“Aku di sana saja!” tanpa pikir panjang Umika langsung saja memotong kata-kata Yabu dan berjalan menuju bangku haram yang ditunjuknya tadi. Bangku di sebelah kanan Ryosuke. Seisi kelas menatap horror ketika umika dengan gerak gemulainya menarik kursi yang sedari tadi terparkir asal di depan meja dan mendudukinya.

Hening.

Puluhan tatapan horror tersebut masih antusias, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa dia akan mengusir paksa Umika lalu mengeluarkannya dari sekolah atau langsung memecat yabu sensei seperti yang dilakukannya pada Nakayama sensei seminggu yang lalu sebagai akibat dari mensosialisaikannya dengan manusia lain?

Tidak ada reaksi.

Yamada Ryosuke tidak memberi reaksi!! Ini ajaib!!

Satu kelas bersiap menghela nafas lega, namun gerakan umika selanjutnya membuat nafas mereka kembali tercekat.

“Hai! Umika kawashima desu. Kau?” Tanya gadis itu polos, meskipun sebelumnya dia sudah menduga pemuda tampan di sampingnya ini pastilah si Yamada Ryosuke itu. Ryosuke yang mendapat serangan sapaan tiba-tiba dari Umika itu langsung tersentak kaget. Sepertinya, sejak tadi pikirannya sedang tidak dikelas, sampai-sampai bagaimana Umika sudah hadir di sampingnya pun tidak diketahuinya sama sekali. 

“A-Aah, Yamada Ryosuke.” Ujarnya pelan. Dan itu membuat seisi kelas ternganga Yamada Ryosuke bicara dengan murid baru? Ini keajaiban!

“Saa, Yamada-kun. Senang bertemu denganmu~” Umika menjawab enteng. Dan hebatnya Yamada mengangguk! Tapi keajaiban itu tidak bertahan lama. Wajahnya berubah kembali diiringi mata elangnya yang sudah menyayatkan tatapan tajam ke arah Yabu.

Pelan-pelan sang sensei berdesis dengan volume super minim. “mati aku!”

“Yabu sensei! Kenapa kau—“ pemuda itu bangkit berdiri.

“aaa… itu bukan suruhan sensei. Aku yang langsung duduk disini karena Cuma ini satu-satunya tempat yang kosong. Maaf kalau aku mengganggumu…” Umika menarik tangan Yamada, meminta perhatian dari pemuda itu. Ryosuke terdiam beberapa detik sampai akhirnya pemuda itu kembali terduduk.

“Cih! Sudahlah. Duduk saja disitu. Lagi pula, kursi-kursi lain di gudang sudah tidak layak pakai. Kau bisa celaka nanti.” Keajaiban lagi. Untuk pertama kalinya di kelas Yamada Ryosuke bicara se-sosial itu pada orang lain diluar lingkaran The dream lover plus Mirai. Berita ini mungkin saja akan masuk Koran sekolah besok, blog sekolah, bahkan bukan tidak mungkin kalau sampai harian kota. Apalagi dia memberi ijin langsung untuk umika agar menempati tempat keramat disebelahnya. WOW banget kan?

Seisi kelas langsung memandang umika tidak percaya. Berbagai pikiran berkecamuk di kepala mereka. Tapi ada satu yang selalu sempat dipikirkan hampir seluruh mereka yang takjub.

Gadis ini pasti pake pelet!

~0~0~0~

“Yamada-kun”

Tidak ada respon.

“Yamada-kun.”

Masih. Tidak ada respon. Perhatian pemuda itu masih saja tertuju pada sesuatu.

“Yamada-kun tanganmu menindih bukuku!” seru umika dengan volume seminimum mungkin, namun dengan sentuhan agak kasar yang biasa kita sebut geplakan di lengan Ryosuke.

“Aah, gomen…” jawabnya datar sembari mengangkat tangannya dari buku segi empat pink milik Umika. Sudah kebiasaan memonopoli meja karena selalu duduk sendiri soalnya. Sementara Gadis itu hanya bisa tersnyum lemah sambil sesekali matanya memperhatikan Ryosuke.
Pandangannya kesana lagi. Sudah hampir 10 kali Umika mendapati tatapan Ryosuke selalu menuju arah yang sama. Meja urutan kedua dari depan milik Mirai-Yuto. Dia tidak menatap Yuto tentu saja. Dia menatap Mirai. Tapi kenapa? Mirai pacar Yuto kan? Dan kenapa wajahnya sesedih itu?

“Yamada-kun…” Umika kembali memanggil Ryosuke. Namun kali ini bukan karena bukunya tertindih lagi. Dia hanya ingin tahu sesuatu. Dan tidak seperti sebelumnya, kali ini ryosuke langsung menoleh.

“nande?”

“Kau…menyukai Shida Mirai-san ya?”

Ryosuke membeku. Pelan-pelan ditolehkannya kepalanya ke tubuh mungil Umika.

“Ma-maksudmu apa? Dia itu temanku. Pacar temanku. Aku tidak mungkin menyukainya…”

Umika hanya tersenyum sesaat sebelum tangannya kembali menyalin belasan rumus fisika yang tertera di papan. Gadis itu tidak lagi menjawab, membuat Ryosuke jadi sangat gugup.

‘Bagaimana dia bisa tahu?’

Chapter 1 end~ continue to chapter 2

Minggu, 24 April 2011

Ryosuke’s Birthday Project


Tittle : Ryosuke’s Birthday Project
Genre: comedy garing —ffic comedy pertama gw :D—
Cast  : HSJ
Theme: Non-Yaoi
Rating: T
Type: Chaptered
Discl : I own them!!*dikejer golok *
Summary: JUMP *minus Ryosuke* mau bikin kejutan untuk ultah ke-18nya Yama-chan. Seperti apakah project yan mereka buat itu, dan—err, berhasil atau tidakkah?
Jangan kemana-mana dan silahkan membaca::

Ryosuke’s Birthday Project

Chapter 1
 Project—FAIL!

Siang ini, matahari bersinar dengan sangat cerah. Burung-burung berkicau indah, bunga-bunga menebarkan semerbak harumnya. Hari yang tentram. Damai. Namun masa-masa yang indah itu harus segera berakhir karena kekacauan yang ditimbulkan oleh sekelompok makluk bernafas yang menempati sebuah rumah.

“Ya oloh!! Chinen!! Itu kuenya lu apain, heh!!” teriakan Nakajima Yuto menggema, sukses membuat 7 pasang mata—minus chinen Yuri, dan dia sendiri, serta Yamada Ryosuke yang entah berada dimana—menatapnya.

“emang gue apain? Pan cuma gw taburin gula aja.. biar manis...!” tanpa mengindahkan teriakan Yuto sebelumnya, Chinen dengan asyiknya *nggak pake “cihuii” gitu ya* terus menaburkan gula pada satu pan kue raksasa berhias strawberry dan krim coklat lezat di atas meja.

“TAPI ITU BUKAN GULA!! ITU GARAM, OI!!” tidak lelah, Yuto kembali berteriak. Dan akhirnya sukses menghentikan pergerakan jemari-jemari kecil chinen menaburkan gula—yang ternyata adalah garam tersebut.

“Eh? Ini garam ya? “ pemuda itu mengambil sedikit, lalu mencicipinya.” Ehh iya ding! garam!—gomen.. tapi masih enak kok, kuenya. Berasa…asin manis gitu…”

“Asinan kali, lu kata asin manis!!. Pan itu kue, chii! Cake!! Ampun deh!!” Yuto masih saja mengomel. Chinen hanya ber-hehehe ria, yang entah kenapa tidak menampakan sedikitpun rasa sesalnya.

“Udahlah..Yuto. nggak apa2. kue doangan, bisa kita beli di toko pan. Nyari kue stroberi kagak susah-susah amat kok..” Yabu Kota, sebagai member tertua datang dan menasehati Yuto. Emang dasar udah tua yang paling tua, kata-kata bijaknya itu dituruti begitu saja oleh Yuto. Chinen sendiri mengedipkan matanya pada Yabu, sebagai permohonan terima kasih atas perannya dalam pembatalan amukan Yuto.

“Nah, dari pada musingin kue lagi.. mending kita selesein tuh dekorasi di luar. Udah nyaris jadi loh, tinggal polesan akhir do—”

“Err…Yabu-chan. Ngomong2 soal dekorasi..” Inoo kei memotong omongan Yabu, membut leader tidak resmi JUMP itu menatapnya kesal karena merasa terganggu.

“Ape?”

“Coba deh lu liat ke luar..”

Yabu mengikuti suruhan inoo. Bola matanya digulir, mengikuti arah pandang Inoo.

Bumi menjadi kotak.

“ASTAJIM!!! DEKORASI GUA!!!” Yabu berteriak Histeris menyaksikan pemandangan di luar.

Daiki arioka—entah bagaimana caranya naik—sedang bergelantungan di lampion pink berbentuk strawberry di depan jendela lantai 2. Di bawah ada Takaki Yuya yang sedang kerepotan berpikir bagaimana cara menyusun kursi yang baik dan strategis agar dia bisa naik dan menolong Daiki. Hikaru Yaotome yang sifat jahilnya ternyata sedang kambuh  memukul-mukul ujung kaki daiki dengan bantal guling*dapat dari mana tuh bantal?* layaknya piñata. Lalu ada Okamoto keito yang sedang memanjat naik lewat pohon di samping dan menggunakan kabel-kabel lampu hias yang sebelumnya dipasang dengan amat sangat setengah mati oleh Yabu untuk bergelayutan ala Tarzan. Tidak lupa seruan “AUUOO…” terdengar di sela-sela tingkah heroiknya. Dan terakhir Ryutaro—menangis, meminta Hikaru berhenti mempermainkan kaki daiki.

Kacau semua.

Yabu—dengan kecepatan super horse power berlari keluar. Matanya seperti mau copot ketika mengetahui kejadian nista yang dilihatnya dari dalam itu ternyata kenyataan.

“Oii!! Yuya..cepetan dikit napa!!  Tangan gw nggak kuat niih!” Daiki terus berteriak, sembari menguatkan pengangan tangannya ke lampion strawberry tadi. Yang di panggil tidak mengubris.

“kalo gw naroh kursi ini di sini… kagak bisa. Ini terlalu gede, warnanya nggak cocok pula—”

“Dai..udah lompat aja lu” Hikaru masih dengan kejahilannya memukul-mukul kaki daiki dengan guling. Lebih parah, pemuda gingsul itu melepas sepatu Daiki dan mulai menggelitik kakinya.

“Hiiiiiiiiiy!! Hikka!! Hahahaha!! Semprul lu!! Geli tau—ehh! Hihihihihi.. HAHAHAH…Woi!!” Daiki stress. Antara mau marah, teriak, minta bantuan atau ketawa.

“Hikaru-kun…hiks! Udahan donk!! Hiks!! Kasian Dai-chan!! Hiks!!” Ryutaro. Kenapa pula dia nagis? Aah… tidak tahan dengan kejahilan tingkat professional Hikka mungkin.

“Dai-chan! Wait!! I’ll save you!! AUOO UOO!!” teriakan itu terdengar dari pohon gede di samping. Setelah percobaan “gelayutan ala Tarzan” season satu gagal, Keito kembali melakukan aksi ajaib nan aneh yang sama. Tapi sayangnya pemuda berbody ‘ashoi’ itu tidak beruntung. Kalau di percobaan pertama dia bisa balik lagi ke pohon, di percobaan ke 2 ini, ayunan kabel lampu Keito nggak mau kembali ke posisi sebelumnya. Alhasil, bergelantunganlah English boy itu tepat di samping Daiki. Nambah masalah memang.

“I’m sorry Dai-chan.. I do my best, but… seems like I fail…”

Semua kacau.

Nakajima Yuto, Chinen Yuri, Inoo Kei, dan Yabu Kota yang baru beberapa detik lalu tiba hanya bisa melongo. Terlebih Yabu. Baru semenit dia meninggalkan hasil dekorasi taman kebanggaannya ini ke dalam karena mendengar teriakan Yuto. Dan sekarang, semenit kemudian, dia harus mendapati hasil kerja kerasnya seharian itu hancur di tangan junior-juniornya yang entah kelewat aktif macam apa sampai bisa menciptakan situasi macam begini.

“Dekorasi Gw…”

“Woo! Yabu! Bagus lu dateng. Niih.. menurut lu ni kursi 3 nih.. yang mana yang harus gw taroh buat dasarnya? Ape yang ini? ato yang ini? trus kalo yang tengahnya? Ini ya? tapi kan nanti nggak matching warnanya sama yang dasa—“

“Yabu-chan! Mau ikutan gw ngegelitikin kakinya Dai? Seru looh.. rada kenyal-kenyal gitu..!”

“HAHAHAHA—ANJRIT LU HIKAA…—HAHAHA… HIHIHIHI…HAHAHA.. OI STOP!!”

“Yaabuukuuun…huweeeee!! Tolongin dong.. si Hikka kagak mau berenti jailin Dai-chaaaaan…”

“Yabu-kun!! Oh, Thanks God you come. Help me please….!!”

“Yabu…”

“Yabu!”

“HAHAHA..YABU!!”

“Yaaabuuu”

“Yabu-ku—“

“DIAM SEMUA!!!” Suara tinggi yabu menghentikan keributan barusan. Wajahnya terlipat, kesal tentu. Tapi dari pada terus-terusan meratapi dekorasi ajaibnya yang sudah hancur total, Yabu memilih menghentikan kegilaan ini segera. Dan hanya ada satu cara untuk itu. Menurunkan Daiki. —dan Keito.

“Inoo, Yuto… naik ke lantai 2, buka jendela trus tarik Dai sama Keito lewat situ” Nada seorang leader. Tanpa disuruh 2 kali, Inoo dan Yuto segera berlari masuk rumah. Dengan gaya super lebay, seolah mau menyelamatkan penduduk sebuah Negara dari ancaman ledakan nuklir, kedua pemuda yang sama2 berparas maha tampan tapi berbody nyaris triplek itu segera melaksanakan tugas.

Selesai dengan Yuto-Inoo, mata Yabu lalu beralih pada 1 eksistensi mini disampingnya.

“Lu ke sana deh…” tangan Yabu menunjuk ke arah Takaki Yuya yang masih saja terlihat amat sangat kebingungan menyusun 3 kursi berwarna kuning-biru-merah di depannya.”bantuin si Yuya gimana nyusun kursi yang bener. Lu bisa kan Chii? Pan matematika lu 98...”
Chinen memiringkan kepalanya 25 derajat mendengar suruhan Yabu barusan. Apa hubungannya coba nyusun kursi sama nilai matematika? Tapi pikiran itu segera ditampiknya mengingat sekarang adalah masa genting. Yabu sedang marah dan tidak akan suka dibantah. Cari aman, Chinen segera berlari, sesekali bersalto mendekati Yuya. Yabu sendiri ikut melangkah menuju 2 orang sisanya. Ya, Hikaru dan Ryutaro.

“Hikka udah deh! Kasian itu Daichan lu gituin.”

‘Ahhahay.. iye. Iye, bang maap. Abis lucu siih..” Puas mengerjai Daiki—ditambah penguin pemuda imut itu sudah ditarik Yuto lewat jendela *author: bisa ya Yuto narik daiki? Kagak kegendutan tuh?—dilempar katana*, Hikaru lalu mendekati Ryutaro dan menepuk-nepuk puncak kepalanya.

“udah, lu kagak usah nangis lagi Ryuu.. gituan doang..!”

‘abis lu ja’at banget siih. Gw kan ga tegaan..”
Entah kenapa ketika mendengar kata-kata Ryuu tadi, Hikaru jadi ingin muntah.

******
Butuh 30 menit aksi heroik Yabu-Yuto-Inoo-Chinen agar bisa menentramkan kembali rumah keluarga Yabu. Ya, rumah bermasalah tadi adalah kediaman keluarga Yabu yang dipinjam beberapa hari untuk mempersiapkan sebuah pesta. Pesta apa? Sudah tau lah… di judulnya aja ada kok. Yupz! Pesta ultah ke-18 Yamada Ryosuke, si member terseksi sekaligus penguasa solo line JUMP. Ke Sembilan member lain sudah merencanakan ini sekian lama. Tapi apa mau di kata, dewi Fortuna sedang tidak memihak mereka—juga Yamada. Dia yang ultah, inget?—. Rancangan pesta yang sudah disiapkan sejak kemarin itu akhirnya gagal di tangan mereka sendiri.

Oh, nasib.

Dan sekarang 9 pemuda bersuara emas itu hanya bisa terduduk lesu mengelilingi meja makan keluarga Yabu. Beberapa dengan kesibukan masing-masing. Daiki dan Keito nyaris meneguk habis satu botol aqua ukuran sedang.

>>>>> Abake::*Author numpang ngeksis*
Keito: hello?! author? Sejak kapan Indonesia ngimpor aqua ke Japan?!
Daiki: tauk nih. Lagak lu… kita2 ga minum aqua yeee. Sorry aja!
Author: Eeh.. kagak ya? masa siih—aah! Iye deh. Gomen..
Daiki: nah gitu donk! Terus?
Author: Terus apa?
Keito: Ya terus you ganti minum kita donk! Susah bener!
Author: eeh—iye. Iye. Mau minum ape tuan2?*author ganti baju maid*
Daiki: minuman sports gitu. Yang macho. Macam Dancow stroberi kek, indomilk, real good—
Author:  Bentar! Bentar! Lu bilang ape tadi? Minuman sports? Dancow stroberi? indomilk? OI! Sejak kapan itu merk2 susu jadi minuman sports? Orang tuh ya pocari sweet, my zone. Udah gitu dari Indonesia lagi. Katanya Nggak mau ngimpor. Apaan!
Keito: iih Daichan silly banget sih. Masa minum susu. I ga lepel dah. Eh author, ganti aja noh sama coca cola.
Author: nah, gini donk. Yes sir, wait for a minute ok?
Daiki: nyang cepet ye!!
Author: iya aah! Bawel!
>>>>>Abake—end.

Daiki dan Keito nyaris meneguk habis masing-masing satu kaleng coca colla*udah diganti—sesuai pesanan^^*. Yuto dan Hikaru menguliti lapisan krim bertabur garam  chocolate strawberry cake tadi. Yuya dan Chinen masih mendiskusikan masalah penyusunan Kursi, Inoo sedang berusaha menghentikan cegukan Ryutaro akibat kelamaan menangis, sedangkan Yabu hanya menidurkan kepalanya di meja. Masih stres tentu saja.

“coba kita mesan tempat di café aja. Pan jadinya ga bakal gini. Tinggal sekali ngomong, langsung beres…” Daiki mengeluarkan opininya sembari melemparkan kaleng coca cola tadi ke tempat sampah di ujung ruangan. Tapi sayang, jangankan masuk. Nyosor dekat situ aja kagak.

“iya nih! Emang siapa yang ngusul mau bikin party buatan sendiri! Nggak memperhitungkan resikonya banget!” Chinen memukul meja lalu berdiri—sok marah. Kedelapan manusia lain sontak menatapnya.

“Apa?” Tanya pemuda mini itu polos.

“Elo yang ngusul Chii. Pake maksa lagi. Katanya biar tambah special. Inget?” Kei Inoo membuka kedua sisi bibirnya malas-malasan. Pemuda itu memang masih merasa ajaib, kenapa Chinen bisa protes padahal dia yang punya ide. Tapi energinya memang lagi tidak tersedia untuk borkoar-koar. Sudah terlalu capek ngangkat Daiki yang kayak penguin gendut plus Keito yang bodynya kayak model L-men itu soalnya.
Chinen sendiri hanya bisa terpaku selama beberapa detik.

“Oh…iya ding. Lupa. Hehehe…” tawa mentah. Dalam suasana seperti ini, meskipun Chinen memasang serangan puppy eyes dan pika-pika kawaii facenya, tidak mungkin para manusia kesal itu akan langsung doki-doki tomaranai seperti biasa.

“… tapi kan bukan gw yang ngacauin dekorasinya. Gw Cuma kue doangan pan? Itu. daichan tuh.—“

“Eeh kok Gw sih? Kan gw korban tadi. Keito nih yang ngerusakin lampunya—?”

“Me? Why Me? I was tried to help you.”

“itu juga gegara Hikka keterlaluan ngegangguin Daichan! Jadinya bikin ribut-ribut kan?”

“Heh bocah! kok gw sih. Itu kan gara-gara Yuyan kelamaan nyusun Kursinya, jadi dari pada ga ada kerja, mending gw godain si dai.”

“kok gw? Gw pan lama gegara kursi yang Yuto taroh di luar tuh warnanya pada nggak matching. Jadi gw butuh waktu dong bu—“

“lha? Sekarang gw? Oi Yuyan, mana gw tau tu kursi matching pa kagak. Gw juga nggak nyangka bakal ada kejadian begini. Pan gw lagi serius bikn kue—sampe kue bikinan gw tuh, DITIMPUK GARAM SAMA CHII. “

“Nah gw lagi? Kan udah dibilangin gw kagak tau itu garam apa gula. Lagian juga, kenapa toples garam ma gula ditaroh dempetan. Kan orang bisa pada bingung…”

“nyalain toples sekarang?!”

“Siapa suruh toplessnya dempetan gi—“

“UDAAAH!! LU PADA GA BOSAN BIKIN RIBUT APA?!” kembali, suara tinggi Yabu mengheningkan suasana. Dan seperti sebelumnya, ke 8 orang yang sibuk saling menyalahkan itu terdiam.

“Dari pada ribut, mending mikirin deh gimana pestanya Yama-chan.”

“Err…Yabu-chan—” Suara cempreng  Inoo terdengar, membuat semua mata menatapnya.

“— kayaknya gw punya ide.” 

>> seperti apa idenya Inoo-chan?
Apakah pesta ultah Ryosuke akan berjalan lancar?
Jangan kemana-mana dan silahkan tunggu chapter 2 nya…
Peace! ^^
TBC

Sabtu, 12 Maret 2011

GEMPA 8.9 SR + TSUNAMI DI JEPANG—GIMANA DENGAN HEY! SAY! JUMP??...and Yukito Nishii?


Minaa…!!
Kalian pasti udah dengar soal gempa plus tsunami mahadasyat yang menyerang Jepang kemarin, 11-03-2011. saya baru tahu juga kemarin sekitar jam 4, dismsin temen saya. Ngeri banget minna, waktu saya liat beritanya di Tv one. Gempa nggak ngancurin rumah emang, tapi bikin jalanan pada ancur. Mungkin karena konstruksi bangunan2 di jepang yang udah diarancang untuk tahan gempa. Tapi nggak sampe disitu aja, bangunan2 tersebut akhirnya ikutan hancur gegara tsunami yang tingginya hampir 10 meter beberapa jam setelah gempa terjadi. Sumpah! Saya bergidik ngeri ngeliat luapan air laut itu nyerang Sendai n memporakporandakan kota itu. mobil2, potongan-potongan kayu,teruntuhan rumah…seram. Saya nggak bisa bayangin nasib manusia2 yang terseret tsunami itu. pasti…—ok, saya nggak mau ngomongin ini lebih jauh. Ini kuasa TUHAN ne, kita manusia hanya bisa menerima dan ngambil hikmahnya.

Kita kembali ke topic. Setelah gempa+tsunami, bagaimana keadaan idola kita Hey! Say! JUMP??!
Saya udah ngumpulin lumayan banyak info sejak kemarin.dari GRUP di facebook and baca2 LJ orang…..
Well, pertama kali dapat, beritanya masih simpang siur banget. Katanya Chinen sama Yuya ilang lah, Yuto ma Yuma*dy NYC—jadi terpaksa saya ungkit XD* luka parah, Ryosuke- yabu-Daiki di RS, Ryuu-keito-Kei nggak ada kabarnya, rumah Hikka rusak berat, opa Johnny kitagawa*dy pemimpin, jadi wajib saya bahas* sekarat… dan yah! Kabar2 itu sukses bikin saya cemas n nangis beberapa saat. Apalagi waktu tau Yuto luka parah, …. Air mata saya jatoh gitu aja.
Seterusnya saya mulai ngumpul-ngumpulin info lagi. Dan Terima Kasih TUHAN, konfirmasi terakhir dari Johnny’s fangirl world, katanya all of HSJ are save. Saya benar-benar bersyukur, meskipun masih rada2 khawatir dikit gimana sama mereka yang di RS.
Tapi ternyata… nggak semua baik-baik saja seperti sebelumnya. Ini saya kasih informasi kondisi terakhir JUMP yang bisa saya dapatkan:

Ryosuke Yamada (evacuated, Save with Co.Stars, in hospital)
Yuri Chinen (evacuated, Save with Co. Stars)
Yuto Nakajima (save, minor injured on his hand)
Kei Inoo (his Mother say he is allright, save with Hikaru and Tackey)
Kota Yabu (save, injured)
Daiki Arioka (save, minor injured in hospital)
Ryutaro Morimoto (Save, Shintaro is unknow)
Keito Okamoto (Save, nothing idea what is with Kenichi or his Mom)
Hikaru Yaotome (house in Sendai is totally finished, save with Tackey and Kei)
Yuya Takaki (save, it´s was a rumor. In Japan he wasn´t missing)

Mereka bersepuluh emang selamat…tapi liat kerugian masing2.
Shintarou morimoto—adek Ryutaro—belum ada konfirmasi gimana kabarnya*GOD please, make him safe*,, rumah Hikka di Sendai rusak parah ditambah lagi yang saya dapat dari grup, dy belum dapat konfirmsi dari orang tuanya,, Rumahnya Yuri rusak—ini juga info dari grup—dan sekarang katax dy bareng keluarganya—puji Tuhan mereka juga selamat—lagi perbaikin rumah mereka,, keito Okamoto hilang kontak sama ortunya,, Yuto nakajima—ternyata hanya luka ringan, padahal saya udah nangis diam gegara dy—tengannya luka*separah apakah? Masih bisa main drum kan??*,, Yamada Ryosuke*ichibanT.T*terluka—nggak tau bagian mana—tapi untung udah dirawat di RS,, Yabu sama Dai juga luka2, kei sama Yuya yang katanya safe tapi pasti juga shock. Saya nggak pernah bayangin bencana kayak gitu nimpa idola saya ini. nggak pernah sama sekali!

But well…kita harus bersyukur ne? yang penting Tuhan masih ngasih mereka nafas kehidupan untuk terus berdedikasi di dunia ini.
Apakah Setelah gempa+tsunami ini…Jepang bisa jadi seperti Jepang yang dulu? Khususnya JUMP! Apakah 10 orang itu bisa mempertahankan jiwa idolnya dan terus berkarya sebagai boyband terkenal dunia?
Saya harap mereka bisa! Mereka bisa menggunakan bencana ini sebagai pelajaran dan memulai kembali kehidupan baru. Bukan sebagai JUMP yang berbeda—JUMP yang hidup dalam kesuraman trauma bencana,, tetapi sebagi JUMP yang dulu! JUMP yang selalu membawa keceriaan bagi fans-fansnya.
Semoga, Amin.


Eh tunggu2…! YUKITO NISHII GIMANA??!!
Sampe saat ini saya nggak bisa dapet informasi tentang dy. Minaa..kalo ada yg punya inpo tentang Yukito, bagi2 ya…T.T

Jumat, 04 Maret 2011

HEY! SAY! JUMP ~ Tentang Saya & Mereka

1. Kesan pertama tentang Hey!Say!JUMP...
Pertama kali saya ngenal HSJ tuh,, taon 2008…waktu iseng2 nonton channel [V]. waktu itu, yang diputar Ultra Music Power, Cuma bukan PVnya. Tapi konser mereka di Tokyo Dome. Waktu pertama kali liat, err…mau ngaku dosa niih,,  saya kira Yuri Chinen tuh CEWEK!!!*ditabok Chii-chan*. Bener deh,,sumpah!! Soalnya saya nangkep banget solo partnya yang Taiyou wo dakishimete sama kaze no kirei. Dan itu,, suaranya kayak cewekJ. Saya mikir,, beruntung banget ya tuh cewek bisa gabung sama sekumpulan cowok ganteng di….*boyband ato apa itu, dulu saya ga bisa nyimpulin*. akhirnya saya nyari profil HSJ di internet. Dan setelah menemukan, saya mengambil kesimpulan: CHINEN YURI TERNYATA COWOK!!
Syukurrrrr!!

2. Yg di suka dr Hey!Say!JUMP...
SEMUAnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!!

3. Pertama liat sukanya sama...
Pertama kali liat, Gw fall in lovenya sama Dai-chaan. Soalnya imut banget dia…^^ meskipun akhirnya saya berpindah ke Yuto lalu finish di Yama-chan…**

4. Butuh berapa lama untuk hapal semua membernya? 
Seminggu lebih beberapa hari laah…namanya kan Cuma 2 kata, udah gitu lumayan gampang diinget. Lagian, saya paling jago hapal nama orang ganteng..xx

5. Dari wajahnya, yang paling cakep...
Yamada Ryosuke tentu saja!!

6. Yang paling cute...
Chinen…

7. Muka paling cowok...
Keito Okamoto. Bukan muka aja, bodynya juga mendukung abiss!

8. Yg paling cantik kalo jadi cewek...
Chinen!
Soalnya dy berhasil bikin saya mikir dy cwek waktu pertama kali liat*ditabok Chii lagi*

9. Senyum terbaik...
Yama-chaa~n !!! J

0. Ekspresi wajah terbaik...
Yama-chaa~n!

11. Perawakan paling oke...
Yama-chaa~n Lagi!

12. Best vocal...
Yama-chaa~n juga! 

13. Best dancer...
YAMA-CHAA~N!! udah dibilangin ihh! *ngamuk, yama-chan megang rekor*

14. Yabu paling tua, tapi yang seharusnya paling tua?
Ya Yabu lah. Kan dy yang paling tua…*loh???*

15. Ryutaro magnae, tapi yang harusnya magnae?
Chinen. Kayaknya….

16. Lebih milih member HSJ homo atau gentleman?
GENTELMAN LAAAAH! Masa Homo…mau ditaroh dimana muka saya sbg istri Yamada Ryosuke kalo suami saya ketahuan, homo?*dijambak fans yama yg laen*

17. Bagi HSJ, selain menjadi penggemarnya, lebih memilih jadi...
Istrinya Yama-chan,
Selingkuhannya Chinen,
Mantan pacarnya Yuto,
Adeknya Daiki,
Anaknya Yabu sama Inoo*heeeh??!*
Keponakannya Yuyan~
Temen sekelasnya Ryuu
Sepupunya Keito
Adek kelasnya Hikka

18. Rela ga' kalo member HSJ (bahkan favoritmu) berjodoh sama temenmu?
Rela, yang penting bukan Yama-chan. Kalo sampe Yama-chan,, Bakal saya gunting putus benang merah mereka!! *kejam*

19. Yang ingin dilakukan kalo ketemu langsung sama HSJ
Sebenarnya nggak ingin siih, tapi reaksi pertama saya pasti pingsan! Nah yang jadi bagian terbaiknya, Saya pengen digendong Yama-chan waktu pingsan,, trus diikutin member HSJ lain yang mukanya pada superr cemas.
Hohoho…..!! 

20. Sama Chinen
Duduk diem di kursi, mata melototin mukanya, mulut dibuka lebar, ekspresi ternganga.
Chinen pasti lari.

21. Sama Yamada
Minta digendong, dicium, dimasakin,dst dst….!!*heheh*
Nggak laah ding! Mau meluk*wajib* plus minta tanda tangan, no HP, n alamat e-mail!

22. Sama Yuto
Ngukur tinggi badannya*supaya apa coba?* trus minta tanda tangan.

23. Sama Keito
Nyuruh dy buka baju, saya ambil fotonya lagi toples, trus nawarin dy buat jadi model L-men. Kan bodynya ashoi tuh!

24. Sama Ryutaro
Nanya-nanya soal kehidupan sekolahnya. Soalnya umur kita kan sama^^

25. Sama Inoo
Bisa ngajarin saya FISIKA??

26. Sama Daiki
Cubit pipinyaa~

27. Sama Yabu
Memohon dengan sangat agar jangan pernah topless. Takut banyak yang pada kabur liat bodynya…*disepak Yabu-chan*

28. Sama Takaki
Ajarin Ryosuke biar tambah sekushi donk^^!!

29. Sama Hikaru
“Hikka~ ajarin gw ngejuggling,, please!!

30. Member favorit...
Yama-chaa~n!!*always*

31. List urutan member favorit di HSJ
Yamada – Chinen – Yuto – Daiki – Takaki – Keito – Inoo –Hikaru– Ryutaro– Yabu

32. Satu kata buat HSJ
AISHITERU!!!! FOREVER…!!!*Ini satu kata apa dua yak?!*